Peneliti Rilis Studi soal Potensi Habbatussauda untuk Covid

0 6

Studi terbaru dari Australia menemukan bahwa jintan hitam atau yang dikenal dengan habbatussauda potensial untuk pengobatan Covid-19 di masa depan.

Penelitian dari University of Technology Sydney (UTS) ini baru saja dipublikasikan di jurnal Clinical and Experimental Pharmacology and Physiology. Penelitian dilakukan dengan meninjau kandungan habbatussauda.

Dalam studi ini, peneliti mendapati bukti kuat bahwa bahan aktif dalam tanaman dengan nama latin Nigella sativa ini dapat menghentikan virus corona menginfeksi paru-paru.

“Ada semakin banyak bukti dari studi pemodelan bahwa thymoquinone, bahan aktif Nigella sativa, lebih dikenal sebagai Bunga Adas, dapat menempel pada protein lonjakan virus Covid-19 dan menghentikan virus yang bisa menyebabkan infeksi paru-paru,” kata peneliti Profesor Kaneez Fatima Shad, dikutip dari situs resmi UTS.

Penelitian ini juga menemukan bahwa jintan hitam dapat melawan badai sitokin yang kerap jadi penyebab penyakit parah pada Covid-19.

“Ini juga dapat memblokir badai sitokin yang mempengaruhi pasien sakit parah Covid-19yang dirawat di rumah sakit,” kata Shad.

Shad menjelaskan bahwa thymoquinone dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan baik. Bahan aktif ini mencegah pelepasan bahan kimia yang mempercepat inflamasi seperti interleukin.

Peneliti yakin habbatussauda dapat bermanfaat jika bisa diolah dengan baik. Selama ini, pengembangan habbatussauda kerap terhambat karena terdapat masalah pada penyerapan gastrointestinal alami.

Selain untuk Covid-19, thymoquinone juga potensial untuk obat inflamasi seperti pada asma, eksim, dan arthritis.

Studi yang sudah ada menunjukkan bahwa habbatussauda terbukti membantu mengobati tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes melitus. Jintan hitam juga bermanfaat membantu sinusitis, osteoartritis, dan epilepsi pada anak-anak.

Studi lain juga menemukan habbatussauda efektif membunuh berbagai virus termasuk influenza dan bakteri seperti Staphylococcus aureus yang dapat menyebabkan berbagai infeksi.

Loading...