Eric Clapton Kritik Vaksin Covid-19, Brian May Beri Pandangan

0 13

Belakangan musisi blues Eric Clapton ramai dibincangkan usai menolak tampil di acara yang mensyaratkan vaksin Covid-19 pada penonton.

Clapton menyebut tak setuju dengan bentuk diskriminasi penonton konser. Baginya, mereka yang menolak vaksin tetap berhak mendapat hak yang sama.

“Setiap panggung di mana ada penonton yang didiskriminasi. Kecuali ada ketentuan yang dibuat untuk semua orang untuk hadir, saya berhak untuk membatalkan pertunjukan.” ujar Clapton beberapa waktu lalu, dilansir dari Billboard.

Gitaris senior lainnya, Brian May merespons komentar-komentar negatif Eric Clapton perihal vaksin Covid-19. Ia menyebut hormat pada Eric, namun tidak sependapat soal vaksin.

“Dia pahlawan saya, tetapi dia memiliki pandangan yang sangat berbeda dari saya dalam banyak hal.” ujar May, Sabtu (7/8) dalam sebuah wawancara dengan The Independent.

“Dia adalah orang yang berpikir tidak apa-apa menembak binatang untuk bersenang-senang,” jelas May.

Secara khusus, gitaris Queen tersebut menyatakan bahwa seorang anti-vax, atau orang yang menolak vaksin sebagai sikap yang buruk.

“Orang anti-vax, maaf, saya pikir mereka ‘fruitcakes’,” lanjut May, menggambarkan ketidakesutujannya pada kaum penolak vaksin.

Dalam bahasa slang, fruitcakes kerap diartikan sebagai orang yang gila. May sendiri dikenal sebagai musisi yang memuja sains sebagai kebenaran, termasuk di industri medis.

“Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa vaksinasi membantu,” katanya.

“Secara keseluruhan vaksin sangat aman. Akan selalu ada efek samping pada obat apa pun yang Anda minum, tetapi untuk mengatakan bahwa vaksin adalah rencana untuk membunuh Anda, maaf, itu masuk ke dalam kategori ‘fruitcakes’ untuk waktu yang lama” tegas May.

Sementara, Eric Clapton dalam beberapa kesempatan menyuarakan testimoni negatifnya pada vaksin Covid-19. Salah satunya ketika ia menerima dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Pelantun lagu Wonderful Tonight tersebut menceritakan bagaimana vaksin tersebut ‘menghancurkan’ dirinya. Dalam sebuah surat yang telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Rolling Stone, Eric mengumbar reaksi vaksin pada dirinya.

“Saya mengambil suntikan pertama AZ dan langsung mengalami reaksi parah yang berlangsung sepuluh hari.” tulis Clapton dalam surat tersebut.

Setelah sembuh, ia diminta menunggu selama 12 pekan hingga waktu penerimaan dosis vaksin yang kedua. Clapton menolak karena trauma akan efek samping yang ia terima setelah dosis pertama.

“Tangan dan kaki saya membeku, mati rasa atau seperti terbakar, dan hampir tidak berguna selama dua minggu, saya khawatir saya tidak akan pernah bermain lagi,” lanjutnya.

Clapton mengkritik pihak-pihak yang mengkampanyekan keamanan vaksin, dan menyebut bahwa keamanan vaksin adalah sebuah propaganda. Ini bukan kali pertama musisi 76 tahun tersebut mengkritik soal pandemi Covid-19.

Loading...