5 Fakta Unik Kucing, Rahasia di Balik Sensor Kumis

0 10

Hari Kucing Sedunia dirayakan sejak 2002 dan diinisiasi oleh komunitas International Fund for Animal Welfare (IFAW). Kucing memang salah satu hewan domestik yang banyak dipelihara. Ada beberapa fakta menarik seputar kucing yang mungkin tidak Anda tahu sebelumnya.

1. Tetap bisa kawin meski steril

Pemilik kucing biasanya diimbau untuk mensterilkan atau memandulkan peliharaannya. Namun prosedur steril ternyata tidak mengganggu aktivitas penyaluran birahi kucing. Nyatanya, kucing tetap bisa kawin.

Steril kucing bertujuan menjaga kesehatan dan kesejahteraan kucing. Kucing akan terhindar dari penyakit kronis seperti kanker rahim pada kucing betina dan kanker prostat pada kucing jantan.

Dengan steril pula, pemilik kucing sudah membantu pemerintah untuk mengontrol populasi kucing dan mencegah penelantaran.

2. Mampu melompat sejauh 6 kali panjang badan

Kucing yang sehat bisa melompat sejauh 6 kali lipat panjang badannya. Kucing, misal, panjangnya 60 centimeter berarti bisa melompat sejauh 360 centimeter.

Lompatan seperti ini biasanya saat kucing mengikuti insting berburu seperti mengejar kupu-kupu, capung maupun burung.

Saat di dalam rumah pun kucing perlu difasilitasi untuk mengekspresikan diri. Pemilik kucing perlu menyediakan waktu dan ruang buat kucing agar bisa melatih kelincahannya.

3. Kumis = Sensor penting

Untuk melakukan manuver, kucing memanfaatkan kumisnya sebagai sensor. Ini seperti halnya manusia saat menyetir dan memerlukan spion untuk mengecek kondisi sekitar.

“Kumis kucing itu istimewa. Kumis yang dimiliki kucing itu minimal seukuran lebar tubuhnya. Nah itu digunakan mereka sebagai sensor untuk mengukur jarak atau bergerak khususnya di siang hari karena kalau siang hari penglihatan mereka tidak bagus,” kata Novi Wulandari, dokter hewan yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), seperti dikutip dari Antara.

Oleh karenanya, kumis kucing tidak boleh dipotong apalagi dicabut. Selain itu, saat berkendara di siang hari pastikan tidak menyorot lampu ke arah mata kucing. Ini akan mengganggu mobilitasnya apalagi penglihatan kucing buruk di siang hari.

4. Kucing memahami emosi dengan baik

Tak hanya anjing, kucing pun bisa memahami emosi manusia terlebih pemiliknya. Si anak bulu memahami saat manusia merasa senang, sedih, juga marah.

Tidak heran ada kisah-kisah unik dan mengharukan antara kucing dan manusia. Kucing bernama Bob telah menyelamatkan hidup James Bowen. Kucing oranye yang meninggal tahun lalu ini menginspirasi Bowen untuk menulis buku ‘A Street Cat Named Bob: How He Saved My Life’.

5. Kucing perlu vaksinasi

Memelihara kucing berarti juga wajib menjaga kesehatan hewan mamalia ini. Novi mengatakan vaksinasi jadi salah satu tanggung jawab pemilik kucing dan dilakukan tiap tahun.

Ada dua jenis vaksin yakni, vaksin umum dan vaksin khusus. Vaksin umum terdiri dari vaksin untuk mencegah wabah (distemper atau panleukopenia), parvo (penyakit yang disebabkan virus dan menyerang pencernaan), serta infeksi saluran napas.

Sedangkan vaksin khusus seperti vaksin rabies agar kucing terhindar dari bahaya rabies. Di DKI Jakarta, Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) memberikan vaksin rabies gratis.

Loading...