5 Cara Membantu Anak Melewati Masa Puber

0 12

Setiap anak yang beranjak remaja akan melewati masa puber. Anak mulai mengalami perubahan secara fisik dan emosional. Orang tua punya peran penting membantu anak melewati masa puber ini.

Puber atau pubertas adalah masa remaja atau tahap perkembangan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini, organ seksual atau reproduksi anak berkembang pesat.

Pada laki-laki masa puber terjadi pada usia sekitar 10-16 tahun, sedangkan masa puber pada perempuan berlangsung sekitar usia 8-14 tahun.

Pada anak perempuan, tanda-tanda puber meliputi mulai menstruasi, tumbuh rambut halus di ketiak dan kemaluan, payudara dan pinggul membesar, mulai muncul jerawat, dan pertumbuhan semakin cepat.

Tanda puber pada anak laki-laki meliputi mimpi basah, pertumbuhan penis dan testis, tumbuh rambut di wajah, area seksual dan ketiak, mulai berjerawat, perubahan suara, dan pertumbuhan semakin cepat.

Perubahan ini sering kali menimbulkan kebingungan dan kecemasan anak. Orang tua mesti memandu anak melewati masa puber.

Berikut cara membantu anak melewati masa puber:

1. Paham soal masa puber

Pertama sekali, orang tua mesti memahami masa puber. Mulai dari proses perkembangan dan perubahan yang terjadi pada anak baik secara fisik maupun emosional. Kenali juga ciri-ciri yang terjadi pada anak saat sedang puber.

Pahami pula bahwa masa-masa ini bisa jadi masa yang sulit bagi anak. Pasalnya, emosi anak dapat berubah secara drastis pada masa puber.

2. Jelaskan pada anak tentang masa puber

Saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki masa puber, ajak anak bicara. Jelaskan pada anak tentang perubahan yang dialaminya. Beri tahu anak bahwa perubahan ini adalah hal yang normal untuk menjadi dewasa dan memasuki kehidupan yang lebih baik.

Buat anak nyaman agar tidak cemas atau bingung dengan perubahan yang mereka alami. Sampaikan pula pada anak, untuk selalu bercerita atau bertanya pada orang tua. Katakan pula bahwa orang tua akan selalu ada mendampingi mereka di masa-masa tersebut.

3. Jadi pendengar baik

Selain memberi penjelasan, beri anak kesempatan untuk berbicara dan bercerita mengenai pengalaman yang mereka alami. Jadilah pendengar yang baik untuk Anak.

Beri masukan yang tepat dengan tidak menggurui. Ajak pula anak untuk sama-sama memikirkan solusi melewati masa-masa tersebut.

4. Jangan membandingkan

Setiap anak mengalami masa puber yang unik dan berbeda satu sama lain. Jangan membandingkan ataupun menyamakan pengalaman yang dialami anak dengan anak lainnya atau bahkan dengan pengalaman Anda saat puber dulu.

“Umumnya ada proses tertentu, termasuk kapan dimulainya, bagaimana urutannya berlangsung, tetapi ada juga banyak variasi dan pengalaman yang khas,” kata dokter spesialis remaja Richard J Chung, dikutip dari CNN.

5. Peka terhadap perubahan emosi dan perilaku

Masa puber adalah masa-masa yang naik turun. Orang tua mesti peka terhadap perubahan emosi dan perilaku pada anak. Cermati apabila anak mengalami kurang tidur atau tidur berlebihan, cemas, depresi, tidak berteman, hingga perubahan nilai di sekolah.

Bantu anak untuk menghadapi masalah mereka. Jangan ragu untuk meminta bantuan profesional seperti konselor atau psikolog untuk mengatasi masalah pada anak.

Itulah cara yang dapat dilakukan orang tua membantu anak melewati masa puber.

Loading...